Jumat, 19 Juni 2009

Tertawa Kurangi Risiko Diabetes & Jantung


Pemanfaatan terapi tertawa sebagai alternatif pengobatan memang telah diketahui sejak lama. Namun demikian, masih sedikit bukti yang menunjukan efek terapi tersebut bagi kesehatan pasien.

Belum lama ini, tim peneliti dari Loma Linda University, California, mengungkapkan bahwa tertawa dapat dijadikan terapi untuk sejumlah penyakit, di antaranya serangan jantung dan juga diabetes.

Seperti yang diketahui, gaya hidup seseorang bisa menjadi pemicu munculnya suatu penyakit. Namun bila kondisi psikologi seseorang baik, tim peneliti meyakini segala macam penyakit dapat dilawan.

"Kebanyakan dokter ahli memahami bahwa keadaan psikologi seseorang yang dalam kondisi baik dapat membentuk emosi yang positif juga, misalnya dengan tertawa riang, bersikap optimistis dan memiliki harapan yang dapat membantu proses penyembuhan suatu penyakit," ujar Lee Berk, yang terlibat dalam penelitian.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menganalisa 20 pasien yang mengidap penyakit diabetes dan juga mengalami hipertensi serta kolesterol yang tinggi. Kemudian tim peneliti membaginya dalam dua kelompok, dimana masing-masing kelompok diberikan standar pengobatan diabetes yang sama.

Namun bedanya, pada kelompok pertama secara rutin diberi stimulasi berupa terapi humor. Mereka diminta menonton sebuah program komedi atau film yang dianggapnya lucu selama 30 menit setiap hari.

Sementara kelompok kedua, terapi tertawa ini tidak diberikan. Kedua puluh pasien tersebut kemudian dipantau dan diawasi perkembangannya selama 12 bulan.

Setelah selama satu tahun mereka menjalani terapi, tim peneliti menemukan bahwa pasien pada kelompok pertama menunjukkan peningkatan kolesterol baik (HDL) sebesar 26%. Sedangkan pada kelompok kedua, peningkatan kolesterol baik hanya naik sekitar tiga persen.

Tak hanya itu, pasien yang diberi terapi tertawa juga mengalami penurunan tingkat protein C-reactive yang merupakan penanda terjadinya peradangan penyakit jantung hingga 66%. Berbanding jauh dengan kelompok kedua, dimana tingkat peradangan penyakit tersebut hanya turun 26%.

Hasil penelitian yang telah dipresentasikan dalam konferensi Experimental Biology di New Orleans ini juga menemukan bahwa terapi tertawa juga dapat mengurangi tingkat stres pada pasien. [E1]

Berikan Komentar anda :

Posting Komentar

Supported

Blog Terbaik Indonesia Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! free search engine website submission top optimization Find broken links on your website for free with LinkTiger.com Top Global Site Entertainment blogs TopOfBlogs Entertainment Top Blogs Entertainment Blogs Entertainment Blogs - Blog Rankings DigNow.net Blog directory Lifestyle Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO