Minggu, 17 Mei 2009

Bernyanyi = Sehat...!


Lagu Ave Maria mengalun. Terdengar pas dan nyaman di telinga. Tepuk tangan ratusan penonton mengantar pelantunnya, kelompok vokal The Voice of Spring, turun dari panggung setelah menyuguhkan 27 lagu dalam konser selama dua jam di Empire Palace, Surabaya, Maret lalu.

Sebanyak 20 anggota kelompok paduan suara itu bukan orang-orang muda. Usia mereka 60 hingga 83 tahun. Tapi nada-nada tinggi dalam irama seriosa bukan masalah bagi para murid guru vokal asal Korea, Jang Pok-ja (baca: Cang Siao Cia) itu. Bagi para warga lanjut usia ini, menyanyi merupakan jalan yang baik untuk mendapatkan banyak hal positif.

"Dengan bernyayi, seseorang akan bergembira," ujar Liem Lidyawati, 60 tahun, anggota The Voice of Spring. Perasaan gembira itu, kata Liem, memberi semangat untuk menjalani masa tua.

Kebugaran dan kesehatan pun dengan mudah didapat dari menyanyi. Harianto Widjaja, 55 tahun, merasakan manfaat berlatih vokal sejak lima tahun lalu itu. Ia tak lagi merasakan sakit kepala sebelah, yang kerap mengganggunya. "Migrain saya sembuh," kata Harianto. Padahal keluhan itu dirasakannya sejak masih muda.

"Menyanyi memberikan manfaat ganda: menyenangkan sekaligus menyehatkan," ujar Jang seusai pertunjukan. Orang yang belajar menyanyi dengan teknik yang benar akan belajar mengolah napasnya. Seperti olahraga pernapasan, efek menyanyi akan berdampak pada kerja jantung. Jantung yang bergerak stabil ini kemudian memompa dan memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh.

Tak hanya mengajari berlatih vokal, Jang juga menganjurkan murid-muridnya berolahraga. Untuk menjaga kemampuan olah vokal, kata Jang, seseorang harus rutin berolahraga. Olahraga akan membuat napas menjadi lebih panjang.

Berlatih vokal dengan benar juga akan mengembalikan suara asli. Suara yang "kendur" dan berubah karena usia dijamin akan kembali. Menurut Jang, tiap orang memiliki suara asli yang tidak berubah meski usia bertambah. Suara ini adalah suara saat masih kanak-kanak. Seiring dengan bertambahnya usia manusia, suara itu makin "terpendam". Dengan melatih olah vokal secara rutin, suara masa kanak-kanak ini bisa dimunculkan kembali.

Dokter spesialis pernapasan dan paru-paru Pradjna Paramita membenarkanklaim bahwa menyanyi bermanfaat bagi kesehatan. Menurut dia, aktivitas menyanyi, yang membuat otot pita suara banyak bekerja, menjadikan saluran pernapasan dan paru-paru secara tak langsung terlatih. Otot yang terlatih itu akan lebih lentur sehingga kerja sistem pernapasan menjadi lebih baik. "Karena lebih lentur ini, asupan oksigen lebih banyak dan kapasitas paru-paru juga meningkat," ujar Mita, panggilan Paramita, Jumat lalu.

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto ini mengatakan kinerja otot saluran pernapasan yang membaik dan kapasitas paru-paru yang meningkat akan membuat jumlah oksigen yang masuk dan beredar dalam darah menjadi lebih banyak. "Ini akan membuat metabolisme tubuh meningkat sehingga ikut meningkatkan kebugaran," ujar Mita.

Mita juga membenarkan pernyataan Jang bahwa efek menyanyi pada dasarnya hampir sama dengan latihan pernapasan, seperti senam tai chi. Bentuk latihan pernapasan itu sangat cocok bagi kaum lanjut usia, yang otot-ototnya sudah tak lentur lagi.

Selain melatih kelenturan otot pernapasan, kata Mita, menyanyi akan meningkatkan peredaran darah dan kandungan oksigen dalam darah, sehingga akhirnya meningkatkan kerja otak. Hasilnya, kata dia, masalah pada otak, yang secara awam disebut pikun, pun bisa dihambat lajunya.

Berikan Komentar anda :

Posting Komentar

Supported

Blog Terbaik Indonesia Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! free search engine website submission top optimization Find broken links on your website for free with LinkTiger.com Top Global Site Entertainment blogs TopOfBlogs Entertainment Top Blogs Entertainment Blogs Entertainment Blogs - Blog Rankings DigNow.net Blog directory Lifestyle Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO