Minggu, 17 Mei 2009

Banyak Cara Agar Tidak Jadi Berbadan Dua


Fantasi itu lenyap dari pikiran Ellys Napitupulu. Alih-alih mau menunda berbadan dua, badannya malah menjadi gemuk. Rupanya penerapan suntik keluarga berencana tiap tiga bulan yang dilakoninya cuma menciptakan nestapa. Demikian juga saat dia memasang spiral--sistem kontrasepsi dalam rahim atau dikenal intrauterine device--seharga Rp 250 ribu pada 2001. Alat itu malah menambah panjang masa haid dan membuat darah keluar lebih banyak. "Sampai delapan hari, padahal biasanya cuma lima hari," kata perempuan berkulit putih ini saat memaparkan testimoninya pada jumpa media diskusi sistem kontrasepsi dalam rahim di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Jumat lalu.

Dampaknya, dia harus minum suplemen penambah darah setiap usai masa haid karena ia menderita anemia. Namun, ibu tiga anak ini tidak menyerah. Terakhir pada 2006, di klinik Raden Saleh, Jakarta, dia mencoba alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) model anyar, levonorgestrel intrauterine system (IUS), suatu alat yang berbalut hormon progestogen. Walhasil masa haidnya jadi lebih pendek dan darah yang dikeluarkan cuma sedikit. "Cuma tiga hari," perempuan 40 tahun itu menjelaskan pada kesempatan terpisah. Meski harus menggelontorkan uang jutaan rupiah, Ellys mengaku puas. Selain nyeri haid berkurang, badannya menjadi ramping seperti yang dia harapkan.

Spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, Profesor Moch. Anwar, SpOG(K), menyatakan, kontrasepsi IUS memang memiliki keuntungan bagi perempuan yang mau menunda kehamilan. "Selain efektif mencegah kehamilan, kontrasepsi ini membuat haid tidak nyeri dan lebih teratur," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin lalu. Malah kontrasepsi dengan masa kerja lima tahun ini, kata dia, juga memiliki fungsi sebagai terapi perdarahan (menorrhagia).

Saat presentasi, profesor kelahiran Kota Gudeg ini menjelaskan, kontrasepsi LNG-IUS melakukan tiga aksi dalam rongga rahim. Pertama, mencegah penebalan dinding rahim sehingga tidak optimal sebagai tempat menempelnya hasil pembuahan. Kedua, mengentalkan lendir leher rahim untuk menghalangi penetrasi sperma. Dan yang ketiga, LNG-IUS berfungsi menginaktivasi sperma. Dipaparkan dalam siaran persnya, IUS yang terbuat dari rangka plastik--dikelilingi silinder pelepas hormon berisi levonorgestrel dalam rahim--melepaskan hormon progestogen 20 mikrogram per hari untuk mencegah pembuahan. "Rasio kegagalan menjadi hamil adalah 2 per 10 ribu."

Meski begitu, alat berbentuk T dan berukuran 3,2 x 3,2 sentimeter ini tak lepas dari adanya efek samping. Anwar mengatakan pada beberapa kasus pemakai bisa terserang infeksi panggul. "Karena itu, tidak dianjurkan dipakai oleh perempuan yang sedang mengalami penyakit menular seksual," kata Anwar. Di literatur lain disebutkan, alat ini malah bisa keluar sendiri pada waktu sang pemakai mengejan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian. Bahkan, terungkap juga alat ini mengeluarkan bunyi yang dapat mengganggu kualitas hubungan seksual pasangan suami-istri.

Banyak kaum Hawa di zaman digital ini cenderung menunda kehadiran anak atau malah tidak ingin hamil lagi. Kontrasepsi itu sejatinya merupakan jawaban untuk menunda atau mencegah kehamilan. Namun, pertanyaannya, apakah semua alat kontrasepsi cocok untuk semua pendamping kaum Adam ini? Bagi sebagian perempuan, memasukkan benda asing ke alat kelaminnya tentu bukan perkara mudah. Apalagi pertimbangan lain, seperti badan menjadi ramping, kulit berubah halus, dan berkurangnya nyeri haid, membuat mereka memendam dalam-dalam rasa takut itu.

Bagi yang tidak mampu meredam ketakutannya, ada beragam varian kontrasepsi, seperti pil KB kombinasi maupun pil yang mengandung hormon. Beberapa waktu yang lalu perusahaan farmasi ternama meluncurkan pil kontrasepsi dengan kandungan hormon estrogen dan etinil estradiol dosis rendah. Pil ini diminum setiap hari selama 24 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan interval bebas hormon selama empat hari. Memangkas pil serupa yang sebelumnya sudah beredar di pasar cuma 21 hari.

Menurut spesialis obstetri dan ginekologi Universitas Indonesia, Profesor Biran Affandi, SpOG(K), pil ini efektivitasnya sangat tinggi. Selain menunda kehamilan, manfaat tambahannya dapat mengobati kelainan prahaid yang berat, seperti premenstrual dysphoric disorder. "Selain itu, bisa mengobati jerawat," ujarnya saat peluncuran pil kontrasepsi itu di Hotel Mulia, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Lebih jauh, jenis-jenis kontrasepsi, dari yang pil, AKDR, hingga yang suntik, jelas masing-masing memiliki dua sisi: efek negatif dan positif. Kalau mau memilih, Anwar mengatakan juga bisa menggunakan cara kontrasepsi yang sederhana, yakni lewat sistem kalender atau senggama terputus. Perempuan cukup mengetahui masa subur dalam siklus haid dan tidak berhubungan seks pada masa subur.

Kemudian dengan senggama terputus, di mana pria mengangkat alat kelaminnya dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Namun, efektivitasnya bergantung pada kesediaan pasangan, apakah mampu memutus kenikmatan hubungan intim mereka di tengah jalan. Menurut Anwar, pilihan paling efektif bagi perempuan sebetulnya adalah dengan melakukan sterilisasi (tubektomi). Operasinya dilakukan dengan bius lokal, dan hingga kini belum ditemukan adanya efek samping jangka panjang.

Yang penting, dari pil, suntik, susuk, AKDR, kondom, hingga sistem kalender, itu semua adalah pilihan. Pemilihan ini mesti dicermati dari faktor kenyamanan dan efektivitas alat tersebut. Mahal atau murah tergantung sudut pandang seorang perempuan. Sudah sepatutnya mereka berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memilih kepada dokter yang berkompeten.

Berikan Komentar anda :

Posting Komentar

Supported

Blog Terbaik Indonesia Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! free search engine website submission top optimization Find broken links on your website for free with LinkTiger.com Top Global Site Entertainment blogs TopOfBlogs Entertainment Top Blogs Entertainment Blogs Entertainment Blogs - Blog Rankings DigNow.net Blog directory Lifestyle Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO