Rabu, 08 Juli 2009

Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Saat Bekerja


TAHUKAH Anda, bahwa banyak orang secara tak sadar sering berperilaku buruk di tempat kerjanya? Jika perilaku ini menjadi kebiasaan, tentunya akan berdampak buruk bagi kariernya.

Tentunya, setiap karyawan memiliki kekurangan masing-masing dalam menjalankan pekerjaannya. Mulai dari kekurangan kecil yang tidak terlalu berdampak bagi orang lain sampai keteledoran yang bisa membahayakan perusahaan.

Sayangnya, beberapa orang sering tak menyadari kekurangan atau kebiasaan buruknya di tempat kerja. Penulis Anthony Balderrama dari careerbuilder.com mencoba mendaftar 10 kebiasaan buruk pekerja di tempat kerja. Yang mana kebiasaan buruk Anda?
Menunda pekerjaan Banyak orang merasa bahwa hasil pekerjaannya akan jauh lebih baik jika bekerja di bawah tekanan atau deadline. Meski begitu, dengan mempertimbangkan kerja tim dan cara kerja rekan yang lain, menunda pekerjaan bukanlah pilihan terbaik. Kebanyakan, menunda pekerjaan hingga menjelang deadline justru mengakibatkan banyak masalah. Jika Anda mengerjakan pekerjaan lebih awal, jika ada masalah atau kejadian tak terduga, maka Anda masih punya waktu untuk memperbaikinya. Bayangkan jika masalah tersebut Anda temui saat tengah di ujung dealine, rekan-rekan Anda akan bertanya-tanya mengapa Anda tidak melakukan persiapan matang terlebih dahulu.

Ceroboh saat mengirim e-mail
E-mail sering menjadi alat komunikasi utama bagi perusahaan untuk mengirim berita atau mendelegasikan tugas. Karena itulah, sering kali kecerobohan terjadi saat penggunaan e-mail dikirim ke orang yang salah, detail e-mail yang belum diperbaharui atau masih menggunakan data yang lama, atau e-mail pribadi yang terkirim ke kolega bisnis.

Ketidaksopanan

Karyawan dan atasan sering kali pergi bersama setelah jam kantor usai. Saat itu, komunikasi di antara keduanya yang biasanya formal tentunya harus lebih cair saat berada di luar kantor. Meski begitu, rasa menghargai dan menghormati atasan harus tetap dijunjung tinggi. Jangan berbicara asal-asalan seperti Anda sedang bersenda gurau dengan rekan kerja atau sahabat Anda. Bagaimanapun, dia tetap atasan Anda.

Mengambil keuntungan dari fleksibilitas kerja

Beberapa perusahaan menerapkan peraturan yang tegas soal jam kerja, namun ada pula yang tidak menerapkannya secara kaku. Namun, jika Anda berlaku semena-mena terhadap jadwal tersebut, misalnya datang pukul 9.30 dan pulang pukul 16.00, maka reputasi Anda akan hancur. Hal ini juga berlaku untuk gaya berpakaian di kantor. Jika perusahaan Anda menerapkan pakaian kerja yang formal, maka pakaian bisnis yang agak kasual bisa diterima. Tapi jangan coba-coba memakai jins dan kaus ke tempat kerja, kecuali atas kesepakatan yang di setujui perusahaan.

Menolak berbaur

Banyak pepatah bijak mengatakan agar urusan pribadi dan karier jangan dicampuradukkan. Tapi ini bukan berarti kalau Anda boleh menarik diri sepenuhnya dari pergaulan di tempat kerja. Cobalah berbaur dan bersenang-senang dengan rekan kerja setelah usai jam kerja. Anda tak perlu harus bersenang-senang secara berlebihan atau mengiyakan setiap ajakan keluar. Yang penting, Anda dan rekan kerja bisa saling mengetahui pribadi masing-masing.

Selalu telat

Jika Anda sering telat datang untuk rapat dengan atasan atau kolega bisnis, cepat atau lambat, perilaku ini akan memengaruhi karier Anda. Jika suatu saat nanti ada promosi atau kenaikan jabatan, tentunya atasan akan berpikir dua kali sebelum mengangkat Anda. Siapa pula yang akan mempercayakan sebuah jabatan besar pada seseorang yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri?

Menolak perintah

Satu hal yang sering dianggap sebagai sebuah ketidadilan dalam dunia kerja ialah, saat seseorang dipekerjakan di sebuah perusahaan, maka di aharus mengerjakan semua pekerjaan yang diperintahkan oleh atasannya. Maka jika Anda diminta atasan untuk mengerjakan pekerjaan yang bukan bagian Anda, maka Anda tidak bisa berkata," Itu bukan pekerjaan saya". Tentunya, menolak perintah akan berdampak buruk pada karier Anda.

Merasa paling benar
Saat rapat, sering kali ada karyawan yang bersikap sangat kritis dan merasa bahwa pendapat atau idenyalah yang paling benar. Tentu saja, semua orang butuh karakter "oposisi" yang tidak hanya berkata "ya" pada atasan. Namun, terlalu banyak berkata negatif juga akan memberi efek negatif pada karyawan lain. Yang lebih bijak dilakukan ialah, tetap menjadi pengkritisi tapi juga tetap memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Mengungkapkan keburukan perusahaan di ranah publik

Saat seseorang merasa kesal dengan atasan atau perusahaannya, sering kali mereka meluapkannya di Facebook, Twitter, atau blog. Sebenarnya tak masalah jika Anda meluapkan kekesalan tersebut, tapi jangan sampai melakukannya di ranah publik atau tempat yang bisa dibaca dan dikomentari orang lain. Cukup ceritakan secara tatap muka dengan rekan kerja atau teman Anda.

Politik kantor

Politik kantor terkadang tak bisa dihindarkan. Apalagi jika Anda bisa diuntungkan dengan situasi tersebut. Namun jangan sampai hal ini mengganggu produktivitas kerja. Jangan pula menyebar berita bohong yang bisa membuat suasana kerja tidak kondusif.

Berikan Komentar anda :

Posting Komentar

Supported

Blog Terbaik Indonesia Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! free search engine website submission top optimization Find broken links on your website for free with LinkTiger.com Top Global Site Entertainment blogs TopOfBlogs Entertainment Top Blogs Entertainment Blogs Entertainment Blogs - Blog Rankings DigNow.net Blog directory Lifestyle Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO