Jumat, 03 April 2009

Korupsi = Bakat Bangsa Indonesia


JANGANKAN RAKYAT

JANGANKAN RAKYAT

Gambar diatas sengaja saya pakai untuk menggambarkan salah satu bentuk keserakahan yang bisa menyebabkan berkurangnya bahkan hilangnya rasa empati orang terhadap sesamanya.

Dua karakter di komik itu yaitu paijo dan klowor, yang dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya gambarkan sebagai teman karib, sahabat bahkan bisa saya katakan sebagai saudara karena keduanya memang tokoh rekaan saya bahkan bisa dikatakan mereka adalah saya, sebagai karakter yang berbeda, yang dalam perjalannya bisa berubah 108o, lihat saja dalam gambar itu paijo akan tega menenggelamkan klowor ke laut alias membunuhnya kalau saja klowor menemukan uang RP. 1 miliar, bukannya di syukuri dan kemudian di bagi dua, yang saya yakin uang ½ miliar sudah sangat cukup bahkan lebih bagi kehidupan se-level klowor dan Paijo.

Begitulah fenomena yang kerap terjadi di ranah Indonesia, semacam kasus tertangkapnya tersangka koruptor Abdul Hadi Jamal beberapa waktu lalu, Abdul Hadi yang seorang terhormat dan berstempel martabat telah tega menghianati amanat pemilihnya yang dia dapat dalam pemilu 2004 yang lalu, dengan iming-iming uang tunai senilai 1 miliar lebih dikit, maka dia lupa siapa itu rakyat peduli amat mereka sengsara, yang penting secara individu atau kelompok dia bahagia.

Dan itu hanyalah fenomena gunung es, yang terjadi mungkin jauh lebih banyak orang semacam Abdul Hadi Jamal itu bertebaran di seantero bumi persada, bahkan kandidat berikutnya bisa saja wajahnya sedang nampang di pinggir jalan yang kita lewati setiap hari. Dari situ maka jangan heran jika kesan masyarakat bahwa orang-orang terhormat baik dilembaga lagislatif maupun exsekutif itu semua berprilaku buruk, cuma belum semua kebongkar boroknya, atau mereka memang lebih pandai menyimpan borok, pemahaman semacam itu yang memicu masyarakat skeptic pada gelaran pemilu dibulan april mendatang jadi perlu dimaklumi kalau banyak orang termasuk saya menyatakan secara terang-terangan untuk memilih tidak memilih alias golput.

Kalau mereka tidak peduli dengan rakyat kenapa kita harus peduli dengan meraka, meskipun saya tetep memantau siapa tahu saya masih bisa menemukan calon yang pantas saya beri amanat.

Biarlah saya dikatakan tidak peduli dengan nasib bangsa ini, tapi saya sendiri mengatakan bahwa kepedulian atas bangsa tidak hanya tercermin dalam kita tidak menjadi golput, banyak hal lain yang bisa kita lakukan, menulis di blog dengan tujuan mengembalikan idealisme pengelola bangsa yang amburadul menjadi lurus kembali, menurut saya juga merupakan salah satu bentuk kepedulian. Bekerja dengan tekun dan jujur serta maksimal dibidang kita masing-masing hingga kita bisa membantu membangun ekonomi bangsa juga bentuk kepedulian terhadap bangsa.

Toh, kalau saya golput DPR tetep akan terbentuk, presiden tetep menjadi Presiden dan semoga tidak banyak orang seperti saya.
Bagi anda yang sudah menetapkan pilihan karena nurani dan bukan karena politik uang saya ucapkan selamat dan gunakan hak pilih anda dengan baik dan benar.

Pesan saya jangan sampai memilih caleg yang punya bibit-bibit menjadi koruptor yang tandanya diantaranya adalah caleg yang menghalalkan money politic, atau mereka yang menebar spanduk tanpa ijin pemda, itu adalah bentuk korupsi jadi jangan pilih mereka meski skalanya kecil, tapi tetap saja kalau orang sudah memberi toleransi untuk yang kecil maka lama-lama gede juga korupsinya.

Berikan Komentar anda :

Posting Komentar

Supported

Blog Terbaik Indonesia Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! free search engine website submission top optimization Find broken links on your website for free with LinkTiger.com Top Global Site Entertainment blogs TopOfBlogs Entertainment Top Blogs Entertainment Blogs Entertainment Blogs - Blog Rankings DigNow.net Blog directory Lifestyle Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO